Empat Dua
Nyatanya hidup terasa lebih realistis
logika harus selalu kupakai tanpa banyak drama
sesekali menangis di ruang gelap sendirian
bukan karena orang lain, bukan karena mereka
tapi karena aku sendiri
aku yang selalu merasa hidupku tidak punya pilihan
hidupku tidak punya kesempatan
hanya menjalani alurnya yang terasa semakin nyata
bahkan berharap ada penolongpun tidak
sekali memberanikan cerita
tapi hanya sedih yang mereka rasa
katanya aku terlalu kuat
padahal aku tidak punya pilihan
aku tidak punya kesempatan
jadi kuanggap apa yg ada ya harus kujalani