Postingan

Susah

Sepertinya susah... susah sekali mengajarinya untuk bisa belajar tanpa saya untuk menghandle semua urusan yang juga saya urus padahal semua bisa saya ajarkan semua bisa dibicarakan tetapi dia enggan dia asik sendiri dengan dunianya tanpa mau menoleh sedikit ke dunia saya yang dunianya juga .  .  .  .  .  .  .  . jika saya tidak ada

Ramadhan ini tanpamu......

Tak ada lagi tawa renyahmu di sela makan sahur Tak ada lagi kudapati engkau duduk didepan televisi menonton acara tausiyah sembari memegang tasbih hitam itu menjelang berbuka Tak ada lagi kudapati suaramu menggema di musholah depan rumah mengimami semua orang disini Tak ada lagi buka puasa bersamamu yang selalu diringi canda riuh ah ayah...aku rindu

Just Let it Flow

Sesungguhnya... saya bukan orang yang bisa dengan mudah menerima kesalahan orang lain terhadap saya... saya juga butuh waktu untuk mencerna semua saya juga butuh waktu untuk menata hati saya sedemikian rupa... untuk diam untuk tidak memaki tapi sayangnya orang itu terus menerus menghujani saya dengan pembelaan dirinya merasa tidak bersalah atas apa yang sudah dia perbuat oke ...then im out saya blok kontaknya menghentikan semua percakapan saya dengannya membiarkan dia berpikir dan menenangkan hati saya yang kala itu penuh amarah jujur... saya bukan marah dengan dia saja saya marah dengan diri saya juga dia baik.. mungkin perlakuan tidak baiknya ke saya beralasan untuknya dengan itu saya tidak mau lagi berdebat. setiap orang punya argumen, dan saya sudah terlalu lelah untuk beradu argumen lagi dengannya Akhirnya beberapa surel dia kirim ke saya isinya permintaan maaf oke saya memang ga mungkin bisa untuk tidak memafkannya dari lubuk hati sa...

Tanpa Aku

Aku lelah membicarakan hal yang itu-itu juga yang solusinya tak pernah terpecahkan kamu batu aku batu tapi kali ini lelah aku membiarkan hening mencoba perlahan keluar dari pelik yang ada bukannya aku tak punya solusi bukannya aku tak punya cara tapi aku lelah memberitahu semua aku lelah selalu jadi pemecah segala hal aku ingin berdiam saja membiarkan isi kepalamu keluar dengan sendirinya

Merindumu

Ayah.... dalam diam aku merindu merindu segala kebersamaan kita merindu caramu mendengarkan semua ceritaku merindu segala caramu mendampingiku dalam sedih, dalam luka, dalam tawa Hari semakin berat tanpamu terseok melewati semua tapi aku harus tetap berjalan sesaat aku ingin hanyut dalam mimpi mimpi bersamamu menumpahkan tangisku dihadapanmu seperti dulu

Entahlah

Apa yang aku alami saat ini membuat aku tersadar...bahwa kenangan yang indah itu hanya tinggal angan....entahlah ..semua seperti jelas terlihat hitam...bukan lagi abu-abu Kamu ada di hadapanku...tapi dengan semua rasa yang tak ada lagi di dada ingin memaki juga percuma...aku tak ada rasa amarah aku sudah mengikhlaskan semua semua dosa yang telah terjadi semua salah yang ada semua rindu yang entah kemana dan aku akan membiarkan kita berada di tempat yang sama menyaksikan semua yang kita lewati dalam dua kehidupan yang berbeda

Apa Kabar?

Hari ini aku memandangi layar handphone, menantikan telepon masuk dari nomor yang tidak kukenal, dan itu pasti kamu...seperti kamis2 yang lalu...tapi ternyata tidak ada...hpku membisu. Apa kabar kamu disana...mudah2an sehat selalu walau aku sudah tahu pasti berat badanmu turun drastis, oh iya kamis lalu kamu menelponku...kiriman baju dan Al Quran yang aku kirim buat kamu sudah sampai...aku senang mendengar kamu begitu bahagia mendapat kiriman dari aku. Maaf belum sempat ke tempatmu, pekerjaan aku kali ini benar2 gila..ingin rasanya sesekali membolos tapi itu tidak mungkin, seharian pasti aku akan terus diganggu oleh telpon2 dan kiriman pesan ttg pekerjaan..melelahkan Oh ya saat aku diterpa rindu sesekali aku memasang picture kita berdua di sosmed, tapi efeknya tidak bagus, banyak yang menanyakan dimana kamu sekarang, kemana kamu, kenapa tidak ada kabar, tidak ada update di medsosmu....jawabanku cuma satu kamu baik-baik saja...seperti harapanku selalu. Selanjutnya aku ...